Mahasiswa Teknik Unismuh Kembangkan Cangkang Sawit sebagai Material Konstruksi Ramah Lingkungan
TEKNIK.UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar melalui Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit sebagai material alternatif untuk konstruksi. Penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan material yang lebih berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah terhadap limbah perkebunan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian berjudul “Inovasi Bio-Binder Berbasis Limbah Cangkang Sawit pada Mortar Prefabrikasi: Eksplorasi Durabilitas dan Konduktivitas Termal di Lingkungan Agresif Pesisir Pantai.” Tim penelitian diketuai oleh Muhammad Risman dari Jurusan Arsitektur, dengan anggota Muhammad Afrianto dari Jurusan Informatika dan Alya Khairunnisa dari Jurusan Teknik Pengairan. Tim ini menjadi salah satu tim PKM-RE Unismuh yang berhasil memperoleh pendanaan PKM Tahun 2026. Gagasan tersebut juga berhasil meraih Juara III PKM Riset Eksakta pada Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PKP2 PKM-PTMA) 2026.
Dalam pengembangannya, cangkang sawit terlebih dahulu melalui proses pengolahan sebelum dimanfaatkan sebagai bagian dari material mortar. Penelitian kemudian dilakukan dengan menguji beberapa komposisi campuran untuk melihat karakteristik material yang dihasilkan. Pengujian mencakup aspek densitas, kuat tekan, kuat lentur, serta respons termal, sehingga tim dapat melihat pengaruh penggunaan cangkang sawit terhadap performa mortar.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemanfaatan cangkang sawit memberikan perubahan pada karakteristik mortar, termasuk kecenderungan penurunan densitas sehingga berpotensi menghasilkan material yang lebih ringan. Pada aspek termal, variasi tertentu juga menunjukkan respons suhu yang lebih rendah dibandingkan campuran lainnya. Temuan tersebut menjadi dasar bagi pengembangan lebih lanjut material konstruksi berbasis limbah yang dapat diaplikasikan pada kebutuhan nonstruktural, khususnya material plesteran dan mortar prefabrikasi.
Pengembangan inovasi ini memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan limbah cangkang sawit dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap material alam seperti pasir sekaligus mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular dalam bidang konstruksi. Pendekatan tersebut juga membuka peluang bagi limbah perkebunan untuk diolah menjadi material dengan nilai guna yang lebih tinggi.
Selain aspek inovasi material, penelitian mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh ini turut menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam menjawab persoalan lingkungan melalui pendekatan teknologi. Pengembangan material berbasis limbah tersebut sejalan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Capaian Juara III pada PKP2 PKM-PTMA 2026 menjadi salah satu bukti bahwa riset mahasiswa Fakultas Teknik Unismuh Makassar mampu menghasilkan inovasi yang memiliki nilai akademik sekaligus relevansi terhadap kebutuhan masyarakat. Prestasi tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan penelitian berbasis teknologi, lingkungan, dan keberlanjutan serta membawa hasil riset menuju tahap pengembangan yang lebih aplikatif.
Sustainable Development Goals